oleh

Unjungan Sedekah Makam, Wujud Gotong Royong Warga Pengauban

-KANAL-183 views

KABARPANTURA.ID – Pengembangan nilai-nilai tradisional, seperti ‘Sedekah Bumi’ menjadi bukti jika masyarakat masih memegang adat karuhun.

Artinya, Desa Pengauban Kecamatan Lelea Kab. Indramayu selalu memertahankan kearifan lokal tersebut sebagai wujud rasa syukur.

‘Sedekah Bumi’ atau unjungan dipusatkan di makam dengan diisi Istigosah dan dan santapan rohani.

Masyarakat tanpa dikomandoi membawa tumpeng untuk kumpul dan makan bersama anak cucunya.

Mereka membawa tumpeng untuk menyajikan setelah tahlil istigosah.

Dan, ratusan tumpeng dibawa masyarakat Pengauban yang kumpul.

Terdengar, bacaan salawat dan tahlil serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan nilai gotong royong.

Hal itu diungkapkan Kuwu Desa Pengauban, Daya pada helaran Sedekah Makam Selasa 20 Oktober 2020 (Ngunjung makam).

Hadir pada acara Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, santri dan seluruh masyarakat Desa Pengauban.

Ikut hadir juga warga tetangga desa menyaksikan acara ngunjung tersebut.

Kuwu Daya menyampaikan acara ngunjung adalah warisan nenek moyang patut dilestarikan.

Dengan diisi istigosah dan doa bersama supaya terhindar dari berbagai bala yang kini sedang mewabah.

“Masyarakat Desa Pengauban memiliki kecintaan yang luar biasa dari kegotong royongan juga lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, Sedekah Makam ini sebagai pelestarian nilai-nilai tradisi di tengah masyarakat modern saat ini untuk memupuk kesadaran dan pemahaman kehidupan dalam berbudaya.

Tujuannya, agar lebih bermakna dan sebagai bentuk penghargaan kepada para leluhur.

“Dengan makna bentuk ucapan rasa syukur warga Pengauban kepada sang pencipta, sekaligus sebagai ajang silaturahmi diantara warga,” tuturnya.

Gelar budaya ini sebagai agenda tahunan Desa Pengauban.

Acara Sedekah Bumi sudah menjadi tradisi dan dilakukan sedara turun-temurun.

“Kita wajib memelihara tradisi dan budaya serta mewariskannya untuk generasi penerus,” ujar dia.

Ia menyebutkan upacara Sedekah Bumi dilaksanakan setiap tahun dalam upaya melestarikan tradisi budaya lokal agar generasi kini dan mendatang mengetahui tradisi budaya leluhur.

“Setiap tahun kami bersama masyarakat menggelar acara ini. Selain wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus dalam upaya melestarikan nilai-nilai tradisi budaya lokal,” ujarnya. (Idi. S)***

Komentar

Baca Juga