Tradisi Tolak Bala 10 Jawa, Digelar Warga Desa Segeran

  • Bagikan

KABARPANTURA.ID – Jemaah Al Hidayah di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, mengelar tradisi tolak bala.

Tradisi yang diberi nama ’10 Jawa’ merupakan kegiatan yang rutin dilakukan warga secara turun-temurun.

Terpantau, warga berdoa kepada Allah SWT dengan mengumandangkan tahlil dan tahmid dengan harapan terhindar dari penyakit dan musibah.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan membuat warga dan jemaah Al Hidayah merasa khawatir.

Beberapa upaya pencegahan pun sudah dilakukan. Diantaranya, mulai dari menerapkan protokol kesehatan serta penyemprotan cairan disinfektan.

“Kita semua berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT, agar terhindar dari berbagai hal ketidak baikan termasuk Covid-19,” ucapnya.

Tradisi ’10 Jawa’, menurutnya,
sudah sejak puluhan tahun silam dilakukan oleh warga.

“Biasanya, dilakukan pada penanggalan 10 jawa,” ucap KH. Abas.

Dalam tradisi hajat ’10 Jawa’, warga, tokoh masyarakat serta ulama berdoa memanjatkan puji-pujian kepada Allah SWT.

Selanjutnya, doa pun diikuti oleh semua komponen masyarakat, tua muda hingga anak-anak.

“Semoga warga dan jemaah Al Hidayah mendapat kesehatan dan dijauhkan dari musibah serta dilancarkan rezekinya,” ujar KH. Abas. (Idi S/RA)***

  • Bagikan