TKSK Kroya Ganti Daging Ayam BPNT yang Busuk

  • Bagikan

KABARPANTURA.ID – Pembagian Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) baru dan realisasi BPNT secara kolektif yang dilakukan dibelakang Kantor Kecamatan Haurgeulis, menjadi perhatian publik.

Bahkan, realisasi BPNT secara kolektif di 4 kecamatan dalam satu tempat tersebut, diduga jadi ajang bancakan.

Dibenarkan pemanfaat BPNT baru Desa Sukaslamet, Karwiyem kepada KAPOL.ID belum lama ini.

Dikatakan, sembako yang diterima para pemanfaat bantuan baru, diduga tidak sesuai hak para KPM.

Menurutnya, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kroya, Endi Sonjaya mendatangi rumah pemanfaat BPNT baru.

“Iya, TKSK datang ke rumah. Berasnya hanya dikasih 6 karung dan daging ayam yang bau busuk 3 bungkus,” ujar Karwiyem.

Dikatakan Karwiyem, TKSK Kroya menambah beras 1 karung lagi.

Termasuk, 3 bungkus daging ayam segar sebagai pengganti yang sebelumnya bau busuk.

Kekurangan hak pemanfaat BPNT baru dan protein hewani daging ayam yang berbau busuk sudah diganti oleh TKSK Kroya.

Bahkan, realisasi tersebut
disaksikan Ketua RT Desa Sukaslamet, SBD.

Dikonfirmasi, SBD mengiyakan beras ditambah lagi 1 karung dan 3 bungkus daging ayam yang bau busuk pun sudah diganti dengan yang segar.

Sementara, PB salah satu pemilik E-Warong BPNT di Kecamatan Kroya mengatakan,
semua itu sudah dilakukan para oknum pelaksana program sembako BPNT yang diduga telah mengurangi hak para pemanfaat.

“Dan, tetap saja jumlah yang diterima KPM baru tak sesuai,” katanya.

Menurut dia ada beberapa pemanfaat BPNT warga Desa Sukaslamet yang haknya diduga dikurangi.

Kondisi tersebut, terjadi di Kecamatan Haurgeulis.

“Iya betul, ada realisasi BPNT untuk pemanfaat baru.
Benar banyak hak KPM BPNT baru tersebut yang tidak sesuai,” ucap dia.

Pantauan, cukup banyak kasus pengurangan komoditas dan nilai bantuan di Desa Sukaslamet.

Bahkan, dibenarkan BY salah satu pemanfaat BPNT baru warga Desa Sukaslamet.

“Sembako yang diterima hanya 1 bulan. Padahal mendapatkan 7 bulan,” ujarnya.

Ia mendapatkan bansos 7 bulan, tapi baru dikasih 1 bulan dan yang 6 bulan lagi kapan?.

Sementara TKSK Kroya Endi Sonjaya membenarkan bahwa dirinya telah bertanggung jawab mengganti 3 bungkus daging ayam yang beraroma tak sedap alias busuk.

Bahkan, Endi pun menambahkan beras 1 karung untuk pemanfaat BPNT.

“Iya betul, 3 bungkus daging ayam yang bau busuk hak ibu Karwiyem sudah diganti dan saya tambah berasnya 1 karung,” katanya.

Ia mengatakan mendatangi tempat seorang pemanfaat dengan disaksikan perangkat Desa Sukaslamet.

“Saya ke tempat KPM BPNT, Ny. Karwiyem dan disaksikan perangkat desa,” tegasnya.

TKSK Kroya, Endi Sonjaya saat dikonfirmasi mengaku masih banyak pemanfaat BPNT Desa Sukaslamet yang haknya diduga dikurangi.

“Sepertinya enggan memberihkan penjelasan.
Namun malah menunjukan video pemanfaat BPNT, Karwiyem,” ujarnya.
(Rastim Ken Aji)***

  • Bagikan