Sawah Kebanjiran, Petani Jambak-Indramayu ‘Protes’

  • Bagikan

KABARPANTURA.ID – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Indramayu sejak Minggu 10 Januari 2021 lalu sampai sekarang, mengakibatkan sejumlah area sawah kebanjiran.

Termasuk, di Desa Jambak Kecamatan Cikedung yang terpantau sawah disana terendam akibat meluapnya sungai pembuangan air.

Terpantau, ketinggian air disana sekitar 30 CM hingga setinggi lutut orang dewasa meluap ke atas tanggul.

Warga setempat, Selamet Setiadi membenarkan banjir terjadi akibat sungai yang tak jauh dari area pesawahan itu meluap.

Menurut dia, setiap turun hujan dipastikan sawah disana terendam air.

Dikatakan, banjir pun terjadi diduga akibat beberapa faktor.

Diantaranya, kata dia, akibat alih fungsi hutan, intensitas hujan yang tinggi, penyempitan badan sungai pembuangan air, pendangkalan sungai, penyempitan tanggul saluran dan banyaknya pintu air yang rusak hingga tak berfungsi.

Menurut Selamet, alih fungsi lahan tebu menjadi area persawahan, berperan besar jadi penyebab banjir di Desa jambak dan sekitarnya.

“Alih fungsi lahan tersebut, dapat menjadi bom waktu. Pada 11 Januari 2021 lalu, curah hujan cukup besar,” ucapnya.

Menurut dia, sebelum menjadi area sawah, disana hutan yang ditanami tebu oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia dan dikelola PG Jatitujuh.

Bahkan, disana banyak embung yang dipelihara oleh pihak PG Jatitujuh.

Sekarang, lahan tersebut sudah alih fungsi menjadi tanaman padi.

Embung pun sekarang tak terpelihara, sehingga dengan sendirinya air cepet masuk dan meluap ke Bendung Situbolang.

Juga, ujar dia, air meluap ke semua saluran hingga ke atas tanggul saluran pembuangan.

Selamet disampingi masyarakat yang lain, Wawan mengatakan jika masyarakat Jambak berharap agar pihak PT NK sebagai pelaksana proyek RIMP untuk segera memperbaiki tanggul yang rusak akibat luapan air.

Bahkan, P3 Mitra Cai Desa Jambak telah melayangkan surat ke BBWS terkait upaya solusi.

Alhmadulillah, kata dia, pihak BBWS merespons keluhan warga dan tiba meninjau lokasi.

Ditempat terpisah, Mantri Dirin mengatakan jika solusi mengurai masalah tersebut dirinya memberikan proposal ke konsultan RIMP.

Sebagai abdi masyarakat, Mantri Dirin mengaku berkewajiban untuk membantu masyarakat khususnya petani.

Target dia, meningkatan ekonomi masyarakat petani di wilayah Jambak, Amis Luas, Rancasari sna Tunggul Payung.***

Laporan: Idi. S

 

 

  • Bagikan