Rumbah Asem Makanan Khas Indramayu yang Mulai Langka

  • Bagikan

Bumbunya pas, ada kolaborasi pedas, gurih dan asem.

KABARPANTURA.ID – Rumbah asem, salah satu makanan khas Indramayu yang mulai mulai langka.

Padahal, beberapa tahun kebelakang penjual makanan tersebut cap kali ada di setiap sudut kota dan pedesaan.

Makanan jenis itu pun kini seolah mulai tergerus oleh menu instant.

Seperti, sosis, kebab serta minuman  ringan yang sedang trend pada saat ini yakni boba, juice dan thai tea.

Kendati demikian, masih ada satu kedai atau warung kecil di Desa Terusan yang masih bertahan menjual makanan khas kota mangga.

Rumbah, karedok dan lotek dijual disana dan disajikan dengan citarasa nikmat dengan harga terjangkau.

Rumbah yaitu makanan berupa rebusan sayuran yang disiram sambal kacang yang diberi asam jawa.

Wati (51) mengaku sudah empat tahun dalam kesehariannya menjajakan rumbah di Desa Terusan Indramayu.

Pelanggannya pun diakuinya sudah banyak dan datang dari beberapa desa lain.

“Sudah empat taun mas saya jualan disini, buka jam 10 pagi sampai sore hari,” ujar dia.

Kalo siang, kata dia, disajikan juga aneka gorengan yang menurutnya lengkap.

“Alhamdullilah masih banyak yang beli walaupun di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Salah satu pembeli, Mulyani pada Sabtu (27/02/2021) mengtaakan jika rumbah yang dijual Wati rasanya enak.

“Bumbunya pas, ada kolaborasi pedas, gurih dan asem,” ujar dia.

Mulyani mengaku sulit mencari rambah kendati telah berkeliling di seputar Indramayu.

Di Warung Wati pun terkadang ikut menjual makanan olahan praktis seperti otak-otak. (Wien)***

  • Bagikan